Subuh yang indah

Pagi ini adalah pagi yang aku nanti-nantikan

Bangun tidur ku terima kecupan hangat suamiku

Kecupan yang setiap hari aku terima dan rasanya selalu luar biasa setiap harinya

Kuterbangun dan siap siap untuk sholat subuh berjamaah

Namun aku harus melakukan sesuatu yang ku nanti-nantikan

Ku ambil test pack dan mencelupkannya pada air seni

Ku berdoa… berdoa dan berdoa

Terserah apa yang terjadi,

Apapun itu, hanya Tuhan yang bisa berkehendak

“Ya Tuhan berikan kami yang terbaik”

1 menit… 2 menit aku tunggu hasilnya…. Jantung ini berdetak sangat cepat tak terkendali

2 strip….. yahhhhh 2 strip, mataku tak salah, ini 2 strip

Ya Tuhan benarkah yang aku lihat

Aku akan jadi ibu, aku akan jadi wanita yang seutuhnya

Langsung aku menghampiri suamiku yang sedang berdoa setelah sholat sunnah sebelum subuh

Aku memandanginya….

Aku berharap dia berdoa untuk kebaikan kami

Kutunjukkan hasil testpack

Ku peluk dia dan menangis di bahunya

Air mata ini tak terasa tumpah dan mengalir dengan deras

Ya Tuhan… anugrah ini sungguh indah, sungguh luar biasa

Suamiku mencium keningku dan memelukku dengan erat

menyeka air mataku dan tersenyum kepadaku

Ohhhhh Ya Allah, indahnya subuh kali ini

Subuh yang tak pernah aku lupakan

Semoga anugerah ini bisa kami jaga sampai si kecil lahir dan tumbuh dengan dewasa

Terimakasih untuk suamiku, suami yang telah sabar dalam membimbingku dan telah melengkapi hidupku sehingga lebih indah dan berwarna

Semoga kita bisa jadi orangtua yang baik bagi anak2 kita nantinya….

Amiennn…

Hamil Nyaman Meski Skoliosis

Setiap hari harus hidup dengan tulang yang bengkok ke kiri sudah merupakan beban yang berat untuk organ2 tubuh ini karena semua organ menjadi tidak berfungsi dengan maksimal. Apalagi sekarang dengan kondisi keadaanku yang sedang hamil. Awalnya aku takut….

” Bisa gak yah ngelewatin 9 bulanan ini??”

” Gimana yah kl berat badanku nambah, semakin berat juga donk tulang punggung ini menopang badan??”

“Bakalan ngambek gak yah si “Pen” ini kalau bebannya semakin berat??”

” Wahhh bakalan nyeri2 punggung donk nanti….”

” Gimana waktu ngelahirin nanti yah… bisa normal apa harus caesar?”

” wahhh kalo caesar, bakalan ada “resleting”  (bekas operasi) depan belakang donk ntar??

Begitu banyak ketakutan -ketakutan dan kekhawatiran yang ada dalam benakku. Beruntunglah aku punya suami yang sangat baik dan sabar yang bisa menyakinkan aku untuk bisa melewati semua ini dengan baik.

Di awal2 bulan kehamilan, seperti kebanyakan orang hamil pada umumnya, rasa mual dan muntah tiap hari selalu menghampiri. Tidak perduli pagi, siang ataupun malam bunyi ” Hoeekkk… Hoekkkk…. Hoekkk” di kamarmandi jadi rutinitas sehari-hari. Suamiku biasanya langsung mijit-mijit belakang leher dan kasih minyak kayu putih atau air putih buatku agar aku segar kembali. Disini aku masih ikut suami untuk sering bolak balik Banjarbaru – Asam Asam (Kalimantan Selatan) sekitar 2,5 jam perjalanan naik mobil. Saat perjalanan naik mobil, meskipun cuma jadi penumpang, si back bone rasanya juga tidak mau kompromi. Rasa pegal yang amat sangat lebih dari biasanya langsung terasa setelah perjalanan. Mungkin efek hormon2 kehamilan buat tulang-tulang jd lebih sensitif. Akhirnya diputuskan aku tidak ikut suami untuk pulang ke Asam Asam, tetap stay di rumah untuk bedrest karena aku juga ternyata mengalami pendarahan akibat kandunganku yang lemah.

Di bulan ke 3, rasa mual dan muntah masih terasa. Ditambah lagi tulang-tulang yang rasanya makin “melunak” karena hormon hormon kehamilan ini. Setiap kali jalan kaki, pinggang dan pinggul rasanya mau copot. Kayak nenek-nenek yang gitu… Jadi jalan harus ekstra pelan biar rasa nyerit tidak begitu terasa. Akhirnya aku konsultasikan ke dokter tentang keluhanku ini dan dokter memberi aku obat anti nyeri dan penambah kalsium serta meminta aku untuk minum banyak susu

Di bulan ke 4, Alhamdulillah keluhan mual muntah dan nyeri punggung sudah mulai mereda. Cuman sekarang nyeri tulangnya pindah ke daerah persendian, seperti persendian tangan dan kaki. Saat bangkit dari duduk atau duduk akan jongkok, rasanyaaaaaaa luar biasa nyerinya. Minum banyak susu pun tidak mempan mengatasi rasa nyeri itu. Di bulan ke empat ini juga entah kenapa kakiku jadi sering bengkak. Aku takut kenapa2 pada kehamilanku. Saat diperiksakan, tekanan darahku normal saja 120/80.

Di bulan ke 5, Kehamilan mulai merasa enjoy dan nyaman. Perut yang semakin membesar pun tidak jadi beban yang berat buat punggung dan Pen ini. Bisa dibilang tidak ada masalah yang aku rasakan antara hamil dan skoliosisku ini. Aku senang bisa menjalani kehamilan dengan nyaman. Bahkan aku sudah bisa ikutan suamiku lagi untuk bolak balik Banjarbaru – Asam Asam.

Di bulan ke 6, hampir sama dengan bulan ke 5, semua dilalui dengan nyaman dan tidak terlalu ada masalah berarti.

Untuk bulan- bulan berikutnya akan aku sampaikan di postingan berikutnya yah…

Tips2 untuk para skolioser yang sedang hamil juga atau yang akan hamil agak kehamilannya nyaman :

1. Konsultasikan ke dokter apakah letak rahim akan terganggu dengan posisi kemiringan tulang karena letak kemiringan masing2 skolioser berbeda2 ( Thorakal atau lumbal)

2. jangan angkat barang-barang yang berat, mintalah tolong pada suami atau saudara untuk membawakan barang2 yang agak berat atau berat

3. Berusahalah segera rebahan setelah melakukan perjalanan jauh atau setelah melakukan aktivitas yang melelahkan

4. Jangan malu-malu untuk meminta suami memijat punggung atau pinggang kita jika terasa nyeri

5. Hati2 saat berhubungan intim. Mintalah suami untuk mengatur irama saat penetrasi karena terkadang tulang punggung jadi nyeri jika terlalu kencang. (maaf agak lugas nulisnya hehehehhe )

Itulah bberapa tips untuk skolioser agar kehamilan nyaman dan aman…..

Selamat beraktivitas skolioser

comeback to be a blogger

“kemanaaa… kemanaaaa… kemanaaaa…”

*Ayu Ting Ting mode on*

iyahhhhhh…. kemana ajah aku selama ini????? lama tak menulis lagi, lama tak blogging lagi dan sepertinya hilang dari peredaran dunia perbloggingan.

Seharusnya aku tetep aktif di dunia maya dan perbloggingan karena dalam 1-2 tahun terakhir pertumbuhan pengguna internet semakin berlipat-lipat. Tapi apa mau dikata, “sense” nulis dan “sense” eksis di dunia maya sepertinya sementara menghilang seiring dengan banyaknya perubahan yg terjadi dalam hidupku.

Perubahan ke 1 : Sekarang sudah bukan lagi wanita karir (insyaallah cuman sementara), murni IRT alias ibu rumah tangga

ke 2 : Status berubah dari single –> menikah

ke 3 : Pindah tempat tinggal dari Banjarmasin –> Banjarbaru (kalimantan Selatan)

ke 4 : Alhamdulillah sudah hamil usia masuk 7 bulan

ke 5 : dari yang kurus jadi nduttttt

Nahhhh itulah beberapa perubahan besar dalam hidupku yang buat aku lebih berkonsentrasi dengan hal-hal yang baru dan agak malas untuk mengutak atik ide dalam otak ini. Tapi ternyata, aku ga bisa jauh2 dari dunia blogger ini. Kerinduan untuk nulis dalam dunia maya jadi semakin menggebu2 setelah suamiku memberi kejutan di hari ultahku (18 September) lalu seperangkat laptop dan modem (dan kejutan-kejutan yang lain tentunya… ssssttttt…). Yahhhh katanya sih biar gak stress dan ada kegiatan dirumah. Hehehehheeh….. suamiku emang tahu apa yang aku mau.

Thanks to my husband “MUHAMMAD ROSYAD”, kamu adalah hal terbaik dan terindah yang pernah aku miliki. Terimakasih sudah menjadi suami yang sabar buatku yahh sayang….. hikssss..hiksss jadi terharu (lohhh…lohh… lha kok jadi nangis2an gini, khn ceritanya lagi bahagia).

Yahhhh semoga laptop ini menghasilkan banyak karya lagi dan bisa menghasilkan banyak rezeki dengan bisnis online.

Okeeeyyy tunggu ajah update berikutnya yahhhh…

Mulai belajar bahasa banjar

Pindah ke daerah baru, dengan budaya yang baru, bahasa yang baru, logat yang baru emang banyak yang harus di pelajari. Mulai dari karakteristik orangnya, kebiasaan2nya, makanan khasnya sampai ke bahasanya. Nahhhh yang pertama kali harus aku kuasai saat aku pindah ke Banjar ini adalah bahasa Banjar. Sebenarnya aku sudah tidak terlalu asing dengan bahasa urang Borneo ini, tapi hanya sepintas-sepintas saja, tidak yang setiap hari mendengarkan seperti sekarang.

Sebenarnya kalo mau di banding2kan dengan bahasa jawa, ada beberapa kata-kata yang mirip dengan bahasa Jawa. Nahhh… Kadang2 teman2ku menertawakan aku saat aku salah dalam mengucapkan bahasa Banjar. Terkadang kata2nya sudah benar bahasa banjar, tapi medok jawaku tidak bisa dihilangkan… huffff susah juga ternyata. Sering juga kata-kata yang aku gunakan tidak tepat dan jadi bahan ketawaan lagi deh…

Kalau aku pikir2, paling enak belajarnya sama anak ibu kostku. Dia masih kecil, dan pastinya dia tidak bakalan ngetawain aku kalo aku salah ngomong dan akupun tetep PD nyoba bicara pake bahasa banjar karena lawan bicaraku masih kecil. hiiihihihi, ternyata lumayan berhasil. Logatku pun aku buat semirip mungkin dengan org banjar di hadapan anak ibu kostku. Cuman dia yang gak komplain saat aku salah omong.

Kadang juga aku belajar dengan chattingan sama temen2 banjar dan langsung pake bahasa banjar yang gampang2 dl, baru setelah dia nyerocos yang aneh2 langsung aku cut dan bilang kalo aku masih belum paham. Terbukti, vocab bahasa banjarku meningkat tajam. Dan satu lagi cara paling ampuh untuk belajar, sering2 mendengarkan orang ngobrol pake bahasa banjar. Jadi kita bisa tahu logatnya, penggunaannya dll.

Sebenarnya ini bisa juga digunakan untuk belajar bahasa apapun di dunia ini. Yang terpenting memang langsung terjun ke lapangan dan mempraktekkannya secara langsung. Tidak perlu les mahal2 sebenernya, percuma juga kalau les mahal2 tapi tidak pernah di praktekkan secara langsung…

owkayyyy…. doakan ulun cepat bisa bahasa banjar lah wan kada di tertawakan lagi kolo ulun salah… hihihiih

Hidup baru di Banjarmasin

Gak menyangka nasibku ternyata akan jadi seperti ini. Dulu, beberapa tahun yang lalu, aku sangat ingin bisa tinggal di Banjarmasin (karena ada sesuatu hal). Sekarang justru Allah memberi aku jalan untuk menetap di Banjarmasin disaat aku sudah gak terlalu menginginkannya lagi. Tiba-tiba saja aku dapat tawaran kerja yang bagus buat aku dan aku juga membutuhkan pekerjaan itu. HHmmmmm hidup emang gak bisa ditebak arahnya.

Disini aku harus belajar mandiri, bener-bener mandiri. Karena aku disini gak punya saudara siapapun yang terdekat disini. Aku hanya punya temen2 yang baik yang Insaallah bisa menjaga aku dan menolongku disaat aku butuh pertolongan. Semuanya sudah aku anggap sebagai saudara. Menemaniku beli keperluan sehari-hari karena aku masih belum hafal jalanan Banjarmasin, mengajari aku bahasa banjar, memberitahu tempat2 makan yang murah meriah, memberitahu kebiasaan2 org banjar…. banyak hal yang bisa aku pelajari disini.

Yahhhhh… aku masih beberapa hari disini. Alhamdulillah lingkungan kerjaku yang baru sangat “welcome” dengan kehadiranku. Mudah2an memang benar seperti itu. Posisiku disini sebagai posisi yang “rawan” untuk dikerjain sebagai anak baru. Apalagi aku sebagai HRD di perusahaan ini, yang notabene akan banyak mempengaruhi kebijakan2 tentang karyawan di perusahaan ini.

Mudah2an aku bisa lebih dekat dengan mereka, aku bisa menyelami kebutuhan2 mereka dan mensinkronkan dengan kemauan perusahaan. Jadi aku bisa banyak memberikan manfaat, lebih mensejahterakan mereka dan memajukan perusahaan ini. Amieeennnnn…

( duhhhhh omonganku sok wise banget sihhh heheheh)……

Kenangan 9 tahun yang lalu… in memories with TITAN

Mungkin sudah beberapa kali aku menuliskan hal ini, baik di blog, di bukuku “BERDAMAI DENGAN SKOLIOSIS” dan di diary2ku selama ini. Tapi aku tak pernah bosan untuk menceritakannya dan aku menuliskan ini untuk memperingati 9 tahun aku hidup bersamanya. Sudah cukup lama juga ternyata aku hidup bersamanya. Di bulan Desember ini, tepatnya akhir Desember (aku lupa tanggal berapa tepatnya) “dia” muncul dan menjalani kontrak seumur hidup denganku.
Aku masih sangat ingat, hari ini 9 tahun yang lalu, aku berada di ruang ICU. Berjuang menahan sakit yang teramat sangat. Aku baru saja melewati sebuah operasi yang sangat besar yang mempertaruhkan nyawaku satu2nya (karena aku gak punya cadangan nyawa seperti di game2).
Saat terbangun dari pengaruh bius totalku…
“Mana kakiku ya Allah, aku gak mau lumpuh”
“Ya Allah aku masih bisa merasakan sakit, berarti aku masih hidup”
“Ya Allah aku masih bisa merasakan kakiku, berarti aku gak lumpuh”
“Ya Allah aku masih bisa merasakan detak jantungku, berarti aku masih hidup”
“ya Allah aku masih bisa merasakan oksigen masuk dalam tenggorokanku, berarti aku gak gagal napas”
Aku sangat takut dengan resiko operasi yang aku jalani. Aku bisa saja meninggal di meja operasi, aku bisa saja gagal napas, dan aku pun juga bisa lumpuh. Tapi semua itu terlewati dan rasanya aku seperti terlahir kembali dengan nyawa baru.
Alhamdulillah sampai sekarang, aku masih bisa akur hidup 9 tahun bersamanya. Hampir tak ada keluhan berarti tentang “dia”. Dan aku memang orang yang tidak terlalu merasakan sakit yang aku rasakan. Akupun bingung kalo disuruh membedakan antara sakit karena pengaruh operasiku ini ato sakit karena ngilu kecapekan. Semua sakit daerah punggung dan pinggang yang aku alami aku anggap hanya karena kecapekan saja, tidak sekalipun menganggap ada sesuatu yang salah dengan “dia”. Itu mensugesti aku untuk tetap merasa “baik-baik saja”.
Bahkan kadang aku lupa kalo ada “dia” dalam hidupku. Aku lupa kalo aku adalah orang yang “special”. Aku beraktifitas layaknya manusia “normal” pada umumnya. Aku pun tidak terlalu mempublikasikan pada orang2 sekitarku bahwa aku hidup bersamanya. Bukan karena aku malu hidup bersamanya, tetapi semata-mata agar orang lain tidak memperlakukanku dengan “special”. Aku ingin mereka memperlakukanku biasa2 saja.

Aku pun bersyukur aku dan “dia” masih baik-baik saja setelah beberapa kali terjatuh dari motor. Meskipun aku sempat was-was terjadi apa2 dengannya. Aku senang “dia” bisa tangguh dan tidak terlalu menyusahkanku. Padahal aku selalu mengajaknya bekerja ekstra keras menopang tubuhku yang rapuh ini. Aku berjanji aku akan selalu menjagamu supaya kita dapat terus bersama, tidak hanya 9 tahun, tidak hanya 15 tahun, 20 tahun, tapi selamanya. Seumur hidupku, selama aku masih bisa merasakan rasa sakit, selama aku masih bisa merasakan oksigen masuk dalam tubuhku, selama aku masih bisa merasakan detak jantungku.

AKU BERJANJI….. TITANKU. I LOVE MY TITAN….

Entah apa lagi yang bisa aku tulis

menulis lagi setelah beberapa bulan vakum, membuat jemari dan pikiranku agak kaku. Kenapa setelah bukuku terbit, seolah aku malah tidak produktif lagi dalam menulis. Aaahhhhh… padahal aku ingin terus menulis apapun keadaanku. Banyak hal yang terjadi saat aku vakum dalam menulis.

Dulu aq menulis saat perasaan sedang bergejolak atau saat pikiran sedang butuh untuk di tumpahkan. Setelah menumpahkan isi pikiran, rasanya legaaaaa banget. Apalagi kalau tulisan itu mampu membuat orang menjadi lebih baik. Bahkan sempat juga mendapat teman baik dari sesama blogger. Saling bertukar pikiran dan berbagi informasi. Blog ini menjadi saksi disaat aku sedih, senang, bangga, marah, sakit hati, patah hati. Lewat tulisan yang terkadang tersirat, bukan tersurat, semua terungkap dalam blog ini.

Ingin sekali rasanya aku bisa terus mengupdate blog ini.

Ingin rasanya aku bisa menumpahkan pikiran dan perasaan yang berkecamuk dalam blog ini.

Ingin rasanya tulisan2 ini bisa dinikmati dan berguna untuk orang lain tentunya

Ingin rasanya aku tidak pernah merasa bosan untuk menulis

Tetapi semua kembali pada keadaan