Posts from the ‘kabar kabari’ Category

comeback to be a blogger

“kemanaaa… kemanaaaa… kemanaaaa…”

*Ayu Ting Ting mode on*

iyahhhhhh…. kemana ajah aku selama ini????? lama tak menulis lagi, lama tak blogging lagi dan sepertinya hilang dari peredaran dunia perbloggingan.

Seharusnya aku tetep aktif di dunia maya dan perbloggingan karena dalam 1-2 tahun terakhir pertumbuhan pengguna internet semakin berlipat-lipat. Tapi apa mau dikata, “sense” nulis dan “sense” eksis di dunia maya sepertinya sementara menghilang seiring dengan banyaknya perubahan yg terjadi dalam hidupku.

Perubahan ke 1 : Sekarang sudah bukan lagi wanita karir (insyaallah cuman sementara), murni IRT alias ibu rumah tangga

ke 2 : Status berubah dari single –> menikah

ke 3 : Pindah tempat tinggal dari Banjarmasin –> Banjarbaru (kalimantan Selatan)

ke 4 : Alhamdulillah sudah hamil usia masuk 7 bulan

ke 5 : dari yang kurus jadi nduttttt

Nahhhh itulah beberapa perubahan besar dalam hidupku yang buat aku lebih berkonsentrasi dengan hal-hal yang baru dan agak malas untuk mengutak atik ide dalam otak ini. Tapi ternyata, aku ga bisa jauh2 dari dunia blogger ini. Kerinduan untuk nulis dalam dunia maya jadi semakin menggebu2 setelah suamiku memberi kejutan di hari ultahku (18 September) lalu seperangkat laptop dan modem (dan kejutan-kejutan yang lain tentunya… ssssttttt…). Yahhhh katanya sih biar gak stress dan ada kegiatan dirumah. Hehehehheeh….. suamiku emang tahu apa yang aku mau.

Thanks to my husband “MUHAMMAD ROSYAD”, kamu adalah hal terbaik dan terindah yang pernah aku miliki. Terimakasih sudah menjadi suami yang sabar buatku yahh sayang….. hikssss..hiksss jadi terharu (lohhh…lohh… lha kok jadi nangis2an gini, khn ceritanya lagi bahagia).

Yahhhh semoga laptop ini menghasilkan banyak karya lagi dan bisa menghasilkan banyak rezeki dengan bisnis online.

Okeeeyyy tunggu ajah update berikutnya yahhhh…

Mulai belajar bahasa banjar

Pindah ke daerah baru, dengan budaya yang baru, bahasa yang baru, logat yang baru emang banyak yang harus di pelajari. Mulai dari karakteristik orangnya, kebiasaan2nya, makanan khasnya sampai ke bahasanya. Nahhhh yang pertama kali harus aku kuasai saat aku pindah ke Banjar ini adalah bahasa Banjar. Sebenarnya aku sudah tidak terlalu asing dengan bahasa urang Borneo ini, tapi hanya sepintas-sepintas saja, tidak yang setiap hari mendengarkan seperti sekarang.

Sebenarnya kalo mau di banding2kan dengan bahasa jawa, ada beberapa kata-kata yang mirip dengan bahasa Jawa. Nahhh… Kadang2 teman2ku menertawakan aku saat aku salah dalam mengucapkan bahasa Banjar. Terkadang kata2nya sudah benar bahasa banjar, tapi medok jawaku tidak bisa dihilangkan… huffff susah juga ternyata. Sering juga kata-kata yang aku gunakan tidak tepat dan jadi bahan ketawaan lagi deh…

Kalau aku pikir2, paling enak belajarnya sama anak ibu kostku. Dia masih kecil, dan pastinya dia tidak bakalan ngetawain aku kalo aku salah ngomong dan akupun tetep PD nyoba bicara pake bahasa banjar karena lawan bicaraku masih kecil. hiiihihihi, ternyata lumayan berhasil. Logatku pun aku buat semirip mungkin dengan org banjar di hadapan anak ibu kostku. Cuman dia yang gak komplain saat aku salah omong.

Kadang juga aku belajar dengan chattingan sama temen2 banjar dan langsung pake bahasa banjar yang gampang2 dl, baru setelah dia nyerocos yang aneh2 langsung aku cut dan bilang kalo aku masih belum paham. Terbukti, vocab bahasa banjarku meningkat tajam. Dan satu lagi cara paling ampuh untuk belajar, sering2 mendengarkan orang ngobrol pake bahasa banjar. Jadi kita bisa tahu logatnya, penggunaannya dll.

Sebenarnya ini bisa juga digunakan untuk belajar bahasa apapun di dunia ini. Yang terpenting memang langsung terjun ke lapangan dan mempraktekkannya secara langsung. Tidak perlu les mahal2 sebenernya, percuma juga kalau les mahal2 tapi tidak pernah di praktekkan secara langsung…

owkayyyy…. doakan ulun cepat bisa bahasa banjar lah wan kada di tertawakan lagi kolo ulun salah… hihihiih

Hidup baru di Banjarmasin

Gak menyangka nasibku ternyata akan jadi seperti ini. Dulu, beberapa tahun yang lalu, aku sangat ingin bisa tinggal di Banjarmasin (karena ada sesuatu hal). Sekarang justru Allah memberi aku jalan untuk menetap di Banjarmasin disaat aku sudah gak terlalu menginginkannya lagi. Tiba-tiba saja aku dapat tawaran kerja yang bagus buat aku dan aku juga membutuhkan pekerjaan itu. HHmmmmm hidup emang gak bisa ditebak arahnya.

Disini aku harus belajar mandiri, bener-bener mandiri. Karena aku disini gak punya saudara siapapun yang terdekat disini. Aku hanya punya temen2 yang baik yang Insaallah bisa menjaga aku dan menolongku disaat aku butuh pertolongan. Semuanya sudah aku anggap sebagai saudara. Menemaniku beli keperluan sehari-hari karena aku masih belum hafal jalanan Banjarmasin, mengajari aku bahasa banjar, memberitahu tempat2 makan yang murah meriah, memberitahu kebiasaan2 org banjar…. banyak hal yang bisa aku pelajari disini.

Yahhhhh… aku masih beberapa hari disini. Alhamdulillah lingkungan kerjaku yang baru sangat “welcome” dengan kehadiranku. Mudah2an memang benar seperti itu. Posisiku disini sebagai posisi yang “rawan” untuk dikerjain sebagai anak baru. Apalagi aku sebagai HRD di perusahaan ini, yang notabene akan banyak mempengaruhi kebijakan2 tentang karyawan di perusahaan ini.

Mudah2an aku bisa lebih dekat dengan mereka, aku bisa menyelami kebutuhan2 mereka dan mensinkronkan dengan kemauan perusahaan. Jadi aku bisa banyak memberikan manfaat, lebih mensejahterakan mereka dan memajukan perusahaan ini. Amieeennnnn…

( duhhhhh omonganku sok wise banget sihhh heheheh)……

Entah apa lagi yang bisa aku tulis

menulis lagi setelah beberapa bulan vakum, membuat jemari dan pikiranku agak kaku. Kenapa setelah bukuku terbit, seolah aku malah tidak produktif lagi dalam menulis. Aaahhhhh… padahal aku ingin terus menulis apapun keadaanku. Banyak hal yang terjadi saat aku vakum dalam menulis.

Dulu aq menulis saat perasaan sedang bergejolak atau saat pikiran sedang butuh untuk di tumpahkan. Setelah menumpahkan isi pikiran, rasanya legaaaaa banget. Apalagi kalau tulisan itu mampu membuat orang menjadi lebih baik. Bahkan sempat juga mendapat teman baik dari sesama blogger. Saling bertukar pikiran dan berbagi informasi. Blog ini menjadi saksi disaat aku sedih, senang, bangga, marah, sakit hati, patah hati. Lewat tulisan yang terkadang tersirat, bukan tersurat, semua terungkap dalam blog ini.

Ingin sekali rasanya aku bisa terus mengupdate blog ini.

Ingin rasanya aku bisa menumpahkan pikiran dan perasaan yang berkecamuk dalam blog ini.

Ingin rasanya tulisan2 ini bisa dinikmati dan berguna untuk orang lain tentunya

Ingin rasanya aku tidak pernah merasa bosan untuk menulis

Tetapi semua kembali pada keadaan

harga buku BERDAMAI DENGAN SKOLIOSIS

BERDAMAI DENGAN SKOLIOSIS

BERDAMAI DENGAN SKOLIOSIS

dear all,,,

terima kasih karena sudah memesan buku “Berdamai dengan Skoliosis”
Buku “Berdamai dengan Skoliosis” ini disusun oleh Septi Hanum dan Paramita ini dengan harapan bisa memudahkan skolioser (sebutan untuk penderita skoliosis) dalam mencari informasi mengenai skoliosis dan bagaimana kehidupan penderita skoliosis yang sesungguhnya.
Buku ini berisi 10 kisah inspiratif dari para penderita skoliosis. Harapannya, buku ini bisa memberikan jawaban apa yang harus diperbuat jika diri kita atau orang lain yang ada di sekitar kita divonis menderita skoliosis sehingga mereka bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi pada diri skolioser.
Tidak hanya bagi mereka yang bersentuhan langsung dengan kehidupan skolioser, tapi buku ini juga ditujukan untuk masyarakat luas agar lebih mengetahui tentang skoliosis dan mencegah agar dirinya tidak terkena skoliosis karena tanpa disadari, sebenarnya siapapun bisa terkena skoliosis jika tidak menjaga sikat tubuhnya.
Intinya,,,nggak rugi kalau anda membaca buku ini…..

harga buku @35rb (belum termasuk ongkos kirim untuk domisili di luar surabaya dan purwokerto),,,namun untuk pembayaran sekarang- tanggal 2 Agustus akan mendapatkan diskon 10rb,,,
jadi kl dibayar sampai tgl 2,,,cuma perlu membayar 25rb+ongkir (kalo lewat diambil lewat MSI jakarta MSI sby gak perlu ongkir).

yang belum pesan, bisa langsung pesan lewat blog ini atau via email sehan_psyco@yahoo.com atau paramita.ria@gmail.com dan sertakan alamat untuk pengiriman.

pembayaran buku dapat dilakukan melalui transfer via rekening:
no rek: 0174409037
BNI cabang Purwokerto
atas nama paramita nilam sari

So, jangan lupa beli yaaah,,,inget,,,skoliosis ada di sekitar kamu dan kamu pun bisa terkena skoliosis jika tak menjaga sikap tubuhmu….!!!!
Thx…terima kasih atas perhatiannya,,,
semoga buku ini bermanfaat dan bisa memberikan inspirasi buat kehidupanmu!!!
^^
salam,
(Septi Hanum & Paramita)

H-4 launching buku “BERDAMAI DENGAN SKOLIOSIS”

cover depan FIX tuhhhhh banyak khn tag line nya....

Hhhhhmmmmppfff… akhirnya setelah melewati jalan berliku, 10 belokan, 8 tanjakan, 5 turunan…. buku yang udah lama mimpikan bisa terbit akhirnya akan terbit juga. Buku ini berjudul “BERDAMAI DENGAN SKOLIOSIS”, kumpulan 10 kisah inspiratif dan penuh warna penderita skolisois di seluruh Indonesia. Ada berbagai macam kisah yang mengharukan, romantic, sedih, senang dan lucu. Semua terangkum menjadi 1 buku yang menarik dna mudha dibaca oleh smeua kalangan. Kisah-kisah ini menceritakan bagaimana dirinya bisa terkena skoliosis, bagaimana reaksi penderita saat dirinya di diagnosis skoliosis, apa saja pengobatan yang dilakukan, serta semua aspek psikologis yang terjadi selama pergulatan dengan si skoli.  Buku ini bisa menjadikan panduan, informasi dan pemberi semangat hidup kembali pada skolioser2 yang ada bahwa skoliosis bukanlah aib yang harus di tutupi, diacuhkan dan disepelekan. Skoliosis ini harus diperhatikan dan ditindak lanjuti dengan penaganan yang tepat sehingga tidak menimbulkan efek yang parah dikemudian hari. Banyak yang awalnya mengacuhkan si skoli ini dan akhirnya datang ke dokter dengan kondisi derajat kebengkokan yang sudah demikian hebatnya. Maka dokter pun semakin kesulitan untuk menoperasi penderita tersebut. Maka dengan adanya buku ini, masyarakat awam yang belum mengetahui skoliosis dapat dengan dini mencegah anak-anak mereka karena skoliosis bisa terjadi pada siapa saja, istri, suami, anak dan bahkan anda2 sendiri. Semoga buku ini bisa bermanfaat buat masyarakat banyak dan dapat mencegah semakin banyak skolioser2 lainnya.

Buku ini akan di launching tanggal 2 Agustus 2009 di atrium city of tomorrow Surabaya Jl. Ahmad Yani 288 Surabaya pukul 10.30- selesai. Akan ada juga acara2 lainnya yaitu Launching masyarakat Skoliosis Indonesia Jatim

undnagan + cover

So buat yang concern terhadap skoliosis, ato bapak, ibu, istri, suami, anaknya mengalami skoliosis, silahkan datang di acara launching MSI JATIM dan launching buku “BERDAMAI DENGAN SKOLIOSIS”…. Aku tunggu kedatanga kalian yahh…

Ngurus ISBN buku…. Mudah kok!!!

ini merupakan pengalamanku menerbitkan buku pertama kali. Apalagi serbitkannya secara self publishing. Semua keribetan dihandle aku dan patnerku yaitu paramita. Alhamdulillah semua banyak yang membantu. Mulai dari cover, layouter dan semua berhubungan dengan tetek bengek dunia penerbitan. Huuffff… memang penuh dnegn perjuangan untuk menghasilkan karya masterpiece…(ceile…masterpiece).

Nahhhhh… pengalaman paling menegangkan mungkin saat mengurus ISBN. Mungkin para pembaca buku banyak yang gak sadar akan adanya ISBN di sebuah buku. Jujur sebelum aku mengurus ini, aku juga gak begitu perhatian kalo angka-angka dan garis2 yang biasana ada pada setiap buku itu adalah penting. Ternyata itu adalah ISBN. ISBN (arti harfiah Bahasa Indonesia: Angka Buku Standar Internasional), adalah pengindentikasi unik untuk buku-buku yang digunakan secara komersial.

ISBN diperuntukkan bagi penerbitan buku. Nomor ISBN tidak bisa dipergunakan secara sembarangan, diatur oleh sebuah lembaga internasional yang berkedudukan di Berlin, Jerman. Untuk memperolehnya bisa menghubungi perwakilan lembaga ISBN ditiap negara yang telah ditunjuk oleh lembaga internasional ISBN. Perwakilan lembaga internasional ISBN di Indonesia adalah Perpustakaan Nasional yang beralamat di Jalan Salemba, Jakarta. Nomor ISBN dapat diperoleh dengan menghubungi Perpustakaan Nasional dengan cara datang langsung atau melalui Faksimil dengan ketentuan:

  1. Mengirimkan atau membawa surat permohonan yang berisi judul buku beserta sinopsis buku yang akan diterbitkan.
  2. Membayar biaya administrasi Rp 25.000/judul buku (di Malaysia tidak dikenai biaya apa pun). kalau yang plus barcode jadi Rp. 60.000/judul buku

Proses untuk memperoleh nomor ISBN tidaklah rumit, terlebih bila datang sendiri ke Perpustakaan Nasional hanya memerlukan waktu beberapa jam. Nahhh…. karena aku tinggal di surabaya dan temenku tinggal di Purwokerto, jadinya aku gak mengurus langsung ke Perpustakaan nasional. kalau yang berada di luar Jakarta, bisa mengurus lewat faximile. Semua persyaratan di fax kan dan dicantumkan juga alamat email/fax yang bisa dihub untuk mengirim barcode dan nomor ISBN nya. persyaratan2 itu antara lain :

1. copy Halaman depan judul

2.copy  halaman belakang judul (yang biasanya ada identitas buku n copyright)

3. copy daftar isi

4. Surat pernyataan

5. Surat permohonan

6. Copy kata pengantar

7. bukti transfer (kalo biaya ditransferkan)

Setelah semua di fax an (bagi yang gak langsung datang), langsung telpon ke perpus nasional Telp. 021-3922669, 3922749, 3922855, 3923116, 3923867 fax : 021-3927919

untuk konfirmasi apakah sudah diterima semua dan apakah semua persyaratan sudah benar. Kalau sudah, tinggal menunggu balasan email atau fax.

Menurut pengalamanku, aku mengefax kan siang jam 1, sore jam 4-5an sudah dikirimkan barcode dan nomor ISBN ke email. Sungguh sangat ceppat dan ga bertele2.

Awalnya aku pesimis karena aku mendengar kabar kalau mengurusnya bisa berhari2 dan bahkan kalau yang baru pertama kali mengurus bisa 2 minggu. ternyata semua itu informasi salah.