KCB

ketika cinta bertasbih…. ya sekarang kata2 itu menjadi sangat booming di Indonesia, bahkan di beberapa negara lain di muka bumi ini. Baik itu filmnya, maupun novel2nya yang laris dipasaran bak kacang goreng. Disini aku gak akan menulis tentang resensi dari film ataupun novel ini karena sudah banyak tulisan2 yang menulis hal itu…. tapi lebih dari sekedar itu, aku menuliskan tentang apa yang dapat aku tangkap, aku pelajari dan membuat aku trenyuh saat membaca ataupun melihat film KCB ini.

kcb2

pertama-tama, aku udah nunggu film ni dari setahun lebih yg lalu sejak aku khatam baca novelnya yang ke 2. Mgk perlu di ingatkan kembali novel ketika cinta bertasbih ini ada 2 jilid. Yaitu KCB 1 dan KCB 2. Awalnya aku agak bingung kalo ni novel akan di buat film, akan sepanjang apa yah, soalnya konflik dalam buku ini baik 1 dan 2 sangat banyak sekali. gak seperti novel AAC terdahulu yang tidak terlalu banyak tokoh yang mempunyai masalah dibandingkan KCB. Dalam KCB ini hampir semua tokoh punya cerita yang khas dan sangat menyentuh. Contohnya dalam KCB 1 selain kisah sang Azzam sendiri, ada kisah konflik furqon dengan penyakit AIDS, kisah keberhasilan husna, kisah anna yang dilamar Furqon, kisah cinta fadil (teman azzam)dengan tiara yang gagal, kisah cinta adiknya Fadil, mala dengan teman Azzam (lupa namanya), kisah teman2 malaysia Anna, kisah Eliana…. Sungguh sangat rumit sekali sebenarnya kalo di ceritakan secara detil dalam sebuah film.Dalam KCB 2…. hhmmm lebih berwarna lagi tokoh2 yg ada dalam cerita. Tapi memang ada beberapa kisah yg hanya cukup sampai di KCB 1 dan gak dimunculin lagi di KCB 2.

Tapi semua itu mempunyai makna dan hikmah di masing2 cerita. Seperti kisah cinta Fadil dan Tiara yang harus berpisah padahal mereka sangat amat saling mencintai. Tiara dilamar oleh sahabatnya sendiri, yaitu Zulkifli yang sudah lebih mapan dan siap untuk menikah dan dia harus menahan emosi serta rasa cemburunya yang udah di ubun2 saat di minta untuk menyanyi menghibur para undangan di pernikahan tiara dan zulkifli….  dalam kisah itu bisa di petik bahwa ikhlas itu memang gak gampang!! Apalagi mengikhlaskan orang yang di cintai untuk dimiliki oleh sahabat sendiri. Begitu juga dengan kisah cinta Anna dan Azzam…. Azzam harus rela dan ikhlas bahwa wanita yang ingin di lamarnya telah di dahului oleh sahabatnya sendiri yaitu Furqon. Disini lagi2 masalah keikhlasan menjadi peran utama dalam memecahkan teka teki Yang Diatas.

ada juga saat adegan Azzam sangat marah saat Eliana akan memberinya hadiah french kiss kepada Azzam karena sudah membantu keluarga Eliana dalam menjamu kerabat ayah Eliana. Azzam tidak mau menodai kesucian dirinya, kesucian Eliana dengan melakukan french kiss sebelum hubungan mereka halal. Subhanallah…. sungguh prinsip yang sangat jarang ditemui di jaman sekarng.

Tentang para pemain…. sebagian besar para pemain KCB adalah sosok yang sesuai dengan bayangan dan khayalanku saat membaca novelnya. Sosok azzam… cocok, pemuda yang pintar, pekerja keras, ulet, berprinsip, tegas, berjiwa pemimpin, penampilan khas orang Jawa, medoknya, tingginya, perawakannya sangat pas di bawakan oleh M. Kholidi Asadil Alam. Seandainya peran itu jadi di bawakan oleh Dude Herlino, menurutku agak kurang cocok. Terlalu “ganteng” dan “anak kota sekali”. padahal dalam cerita di kisahkan sebagai anak desa yang sederhana.

Anna Alfathunisa yang diperankan juga sangat pas di bawakan oleh Oki Setiana Dewi. Dalam hati sueeerrrr aku minder. Minder karena apa…. bukan karena secara fisikly, tapi lebih kepada aku masih belom bisa total berjilbab seperti dia. belum bisa saleha seperti Anna. Boleh khan minder dalam hal ibadah heheheh…. Kata2 Anna yang aku suka banget “Saya hanya ingin seperti Fatimah, putri kanjeng Nabi yang seumur hidupnya tidak pernah di madu oleh Ali bin abi Tholib”….

Satu hal lagi yang akan aku sampaikan…. kita bisa melihat dari cerita KCB ini… bahwa pepatah lama yang menyebutkan “Jodoh Tak kan lari di kejar” itu adalah benar. Kalau memang kita sudha di takdirkan berjodoh dengan seseorang, mau orang itu sudah di ambil orang lain, mau pergi kemana saja, kembalinya juga tetep pada kita. Seperti kisah Anna dan Azzam, dalam KCB 2 diceritakan bahwa Anna dapat menikah dengan Azzam dan tetap menjadi “perawan” meskipun sebelumnya telah menikah dengan Furqon dan akhirnya bercerai. Furqon belum pernah sama sekali “menyentuh” Anna selama pernikahnnya karena Furqon takut menularkan virus AIDSnya pada Anna.padahal Azzam pun sudah akan menikah dengan wanita lain dan ternyata harus putus tunangan dengan wanita lain itu karena kecelakan yang mengakibatkan tulang kakinya patah.

Sebagai manusia kita memnag hanya bisa berusaha dan berdoa, Tuhanlah yang menentukan nasib kita selanjutnya. Dialah sanga maha Pengatur hidup manusia dan tahu apa yang terbaik buat umatnya. Sesuatu hal yang buruk mungkin bukanlah benar2 sesuatu yang buruk buat kita, mungkin saja justru sesuatu pertanda yang bisa mmebawa kita dalam sebuah kebaikan. Wallahuallam….

Semoga film ni bisa memberi inspirasi kepada semua orang yang melihat ataupun yg membaca bukunya dan menjadi ladang dakwah bagi yang bersangkutan!!!!