Archive for Mei, 2010

Mulai belajar bahasa banjar

Pindah ke daerah baru, dengan budaya yang baru, bahasa yang baru, logat yang baru emang banyak yang harus di pelajari. Mulai dari karakteristik orangnya, kebiasaan2nya, makanan khasnya sampai ke bahasanya. Nahhhh yang pertama kali harus aku kuasai saat aku pindah ke Banjar ini adalah bahasa Banjar. Sebenarnya aku sudah tidak terlalu asing dengan bahasa urang Borneo ini, tapi hanya sepintas-sepintas saja, tidak yang setiap hari mendengarkan seperti sekarang.

Sebenarnya kalo mau di banding2kan dengan bahasa jawa, ada beberapa kata-kata yang mirip dengan bahasa Jawa. Nahhh… Kadang2 teman2ku menertawakan aku saat aku salah dalam mengucapkan bahasa Banjar. Terkadang kata2nya sudah benar bahasa banjar, tapi medok jawaku tidak bisa dihilangkan… huffff susah juga ternyata. Sering juga kata-kata yang aku gunakan tidak tepat dan jadi bahan ketawaan lagi deh…

Kalau aku pikir2, paling enak belajarnya sama anak ibu kostku. Dia masih kecil, dan pastinya dia tidak bakalan ngetawain aku kalo aku salah ngomong dan akupun tetep PD nyoba bicara pake bahasa banjar karena lawan bicaraku masih kecil. hiiihihihi, ternyata lumayan berhasil. Logatku pun aku buat semirip mungkin dengan org banjar di hadapan anak ibu kostku. Cuman dia yang gak komplain saat aku salah omong.

Kadang juga aku belajar dengan chattingan sama temen2 banjar dan langsung pake bahasa banjar yang gampang2 dl, baru setelah dia nyerocos yang aneh2 langsung aku cut dan bilang kalo aku masih belum paham. Terbukti, vocab bahasa banjarku meningkat tajam. Dan satu lagi cara paling ampuh untuk belajar, sering2 mendengarkan orang ngobrol pake bahasa banjar. Jadi kita bisa tahu logatnya, penggunaannya dll.

Sebenarnya ini bisa juga digunakan untuk belajar bahasa apapun di dunia ini. Yang terpenting memang langsung terjun ke lapangan dan mempraktekkannya secara langsung. Tidak perlu les mahal2 sebenernya, percuma juga kalau les mahal2 tapi tidak pernah di praktekkan secara langsung…

owkayyyy…. doakan ulun cepat bisa bahasa banjar lah wan kada di tertawakan lagi kolo ulun salah… hihihiih

Hidup baru di Banjarmasin

Gak menyangka nasibku ternyata akan jadi seperti ini. Dulu, beberapa tahun yang lalu, aku sangat ingin bisa tinggal di Banjarmasin (karena ada sesuatu hal). Sekarang justru Allah memberi aku jalan untuk menetap di Banjarmasin disaat aku sudah gak terlalu menginginkannya lagi. Tiba-tiba saja aku dapat tawaran kerja yang bagus buat aku dan aku juga membutuhkan pekerjaan itu. HHmmmmm hidup emang gak bisa ditebak arahnya.

Disini aku harus belajar mandiri, bener-bener mandiri. Karena aku disini gak punya saudara siapapun yang terdekat disini. Aku hanya punya temen2 yang baik yang Insaallah bisa menjaga aku dan menolongku disaat aku butuh pertolongan. Semuanya sudah aku anggap sebagai saudara. Menemaniku beli keperluan sehari-hari karena aku masih belum hafal jalanan Banjarmasin, mengajari aku bahasa banjar, memberitahu tempat2 makan yang murah meriah, memberitahu kebiasaan2 org banjar…. banyak hal yang bisa aku pelajari disini.

Yahhhhh… aku masih beberapa hari disini. Alhamdulillah lingkungan kerjaku yang baru sangat “welcome” dengan kehadiranku. Mudah2an memang benar seperti itu. Posisiku disini sebagai posisi yang “rawan” untuk dikerjain sebagai anak baru. Apalagi aku sebagai HRD di perusahaan ini, yang notabene akan banyak mempengaruhi kebijakan2 tentang karyawan di perusahaan ini.

Mudah2an aku bisa lebih dekat dengan mereka, aku bisa menyelami kebutuhan2 mereka dan mensinkronkan dengan kemauan perusahaan. Jadi aku bisa banyak memberikan manfaat, lebih mensejahterakan mereka dan memajukan perusahaan ini. Amieeennnnn…

( duhhhhh omonganku sok wise banget sihhh heheheh)……