hari ini satu lagi sahabatku menikah… Dari beberapa temen deketku saat kuliah, sudah ada 3 orang yang mendahului menikah. Malah ada 1 yang barusan brojol alias ngelairin (wahhh dah jadi tante aku). Mereka sudah menemukan pendamping hidupnya, imam untuk hidup, penjaga yang insaallah sampai kakek nenek.

puspa, aku, mimit, dini, icha, mita

puspa, aku, mimit, dini, icha, mita

Jadi teringat jaman2 awal2 kul dulu yang masih pada jomblo2 dan masih hunting lelaki heheheh…. Jadi inget juga saat sama2 nangis curhat masalah laki masing2. Rasanya pengen senyum2 sendiri mengingat kenangan itu.

kiri- puspa yang maw nikah, tengah-aku, kanan- mita yang udah mbrojol heheheh

kiri- puspa yang maw nikah, tengah-aku, kanan- mita yang udah mbrojol heheheh

tinggal menunggu waktu saja kapan akhirnya aku akan menyusul mereka hehehe….

gak ada target khusus kapan aku akan menikah. tapi setidaknya lebih cepat lebih baik. Aku sempet tanya sama temenku yang sudah nikah

Aku : gimana din rasanya nikah????

Dini : Waahhhh nyesel aku…

Aku : loh kok nyesel????

Dini : Nyesel aku kenapa kok gak dari dulu aku nikah

Aku : Hwahahahahah….

Dini : Enak sih

Aku : Hwahahahah…. (mupeng)

hehheh…. Temenku bilang kalo memang sudah ada pria yang mantab dihati, matang, dewasa, mapan dan cocok, mending gak usah lama2, karena umur wanita sekitar 23-25 adalah sedang matang-matangnya dan merekah (emangnya bunga kali merekah). Tapi pertanyaanya SIAPA???????

Tapi memang menikah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menikah butuh persiapan yang sangat matang agar tidak kecewa dikemudian hari. Menikah tidak hanya dilihat dari enak2nya ajah, banyak sisi lain yang harus dipikirkan. Terutama bagi laki-laki yang akan menjadi imam dan pemimpin keluarga.

Menikah juga tidak hanya urusan mempersatukan antar mempelai laki dan wanita, tapi juga mempersatukan dua keluarga besar. mempersatukan ego masing2, mempersatukan 2 kebiasaan, mempersatukan kelemahan dan kelebihan masing-masing.

Berbahagialah buat mereka yang menikah dengan orang yang benar2 dicintainya, benar-benar diinginkan dan dipilih. Banyak orang yang menikah karena terpaksa, karena keadaan, karena kasihan atau karena dijodohkan.

Menikahlah untuk sebuah kebaikan

If I could have just one wish

I would wish to wake up everyday to the sound of your breath on my neck,

The warmth of your fingers on my skin,

and the fell of your heart beating with mine…

knowing that I could never find thet feeling

with any one other than you

(Counrtney Kutcha)

Mungkin itu nanti yang akan aku persembahkan untuk suamiku….. Siapakah DIA?????