buat buku ternyata penuh perjuangan, guys….!!!!

setelah sempat kembang kempis ga bersemangat, letih, lesu, lunglai, tak bergairah (halah) untuk merealisasikan impian membuat buku , akhirna aq menemukan partner yang punya visi dan misi yang sama denganq untuk merealisasikan buku ini. Karena jujur aq merasa ga pede dan ga sanggup kalu sendiri berjuang bertarung nyawa,darah dan halah..halah… lebai lagi de dalam merealisasikan terciptanya buku life story penderita skoliosis. Akhirnya aq bersemangat lagi de buat mengejar impianq membuat buku dan menjadi penulis ini. Semangat 45 guyssss…..!!!!

Aq menemukan parter yang cocok. Dia sama denganq seorang skolioser juga namana riaparamita. well, aq juga mengenalna dari dunia blog… (thanks to blog). So kita mulai merencanakan konsep dan bergerilya dari temen2 skolioser satu ketemen skolioser yang laennya.

memang qt mengalami banyak hambatan. dari sisi aq, aq kadang “gampang”dalam mengajak dan mempersasifkan temen2 skolioser untuk membantu dalam menyumbangkan ceritanya, tetapi entah mengapa ada yang susah sekali untuk mengirimkan ceritanya ke emailq. Padahal cerita hidupnya akan sangat inspiratif dan berguna bagi temen2 skolioser yang laen yang butuh banyak pandangan untuk menentukan penanganan yang tepat bagi skoliosisna. Ada yang tiba2 menghilang dari peredaran dunia maya dan tidak pernah onlen lagi seperti biasana, padahal dia awalnya bersedia untuk membagikan cerita. mungkin ga semua orang maw mempublish skolionya itu karena banyak yang menganggap bahwa skolio adalah sebuah “aib” yang ga maw dibahas2 lagi.

tetapi dibalik itu ada temen2 yang bersedia membantu mempublish ceritanya dan berbagi pengalaman ada icha dari pontianak yang abis dioperasi di singapore dan ada uchi yang abis operasi di jakarta. mereka masi work in progress untuk membuat cerita karena mereka masi sekolah dan masi prioritas dengan ujian2 mereka… yah aq memaklumi sajah… karena menulis cerita itu akan membutuhkan banyak energi dan menguras emosi..

but, i’m still wait

ada juga subyek skripsiq dulu yang sudah bersedia dan aq tinggal mempoles ulang format skripsiq dl menjadi cerita yang lebih mudah untuk dicerna.

Dari sisi riaparamita sendiri juga mengalami hal yang ga jauh berbeda dari aq, yaitu susah untuk mendapatkan responden untuk berbagi cerita. Awalnya sama, mereka sangat tertarik dengan rencana itu, tetapi giliran mereka ditodong untuk membagikan ceritanya, mreka langsung kabur dan ada yang jelas2 menolak karena takut dirinya terpublish…

tenang ajah kok bagi yang identitasnya tidak mau terpublis, qt bisa menyamarkan dan terjamin kerahasiaanya.

tapi mita dah dapat dukungan pwenuh dari dr Salim, dr orthopedi di kotanya dan mbak trie salah satu pengurus MSI (masyarakat skoliosis indonesia). Mereka akan bersedia membantu.

Kemudian qt  juga udah posting rencana buku ini di forum MSI, mudah2an dengan dipostingkannya rencana buku ini di forum MSI, banyak teman skolioser yang bersedia membagikan ceritanya.

qta tunggu yah kesediaannya….

demi terwujudkannya LIFE HISTORY SKOLIOSER ini….

skoliosis…. so what!!!!