Bagi siapa aja yg penasaran ama isi skripsiq ( PD banget c,,, emgna ada juga yg penasaran hahahahah), ni dibawah ni aq tampilin abstrak skripsiq. Perlu diketahui bagi yg kgak taw apa itu abstrak skripsi…. ( ya kale ajah yg baca ni anak SD ato Tk gitu hehehheh) abstrak skripsi itu semacem rangkuman dari semwa isi skripsi yg diringkes jadi 1 halaman doank… ( jadi ga mabok khan bacana… skripsiq ada 200 halaman heheheh berhasil diringkes cuman 1 halaman doank … tepuk tangan dulu duaonkkk)

Septi Hanum Wulansari (5040826). Penerimaan Diri Penderita Skoliosis Terhadap Kondisi Tubuhnya. Skripsi. Sarjana Strata 1. Surabaya: Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, Laboratorium Psikologi perkembangan (2008).

ABSTRAK

Skoliosis yang dialami oleh peneliti memunculkan ide dalam penelitian ini untuk membahas aspek sisi penerimaan diri terhadap kondisi tubuh penderita karena skoliosis memberikan dampak yang besar dalam hidup penderitanya. Skoliosis memberikan efek yang buruk terhadap perkembangan pertumbuhan sehingga akan mempengaruhi penampilan fisik penderita. Kelainan tulang belakang seperti ini, masih ada sekitar 4 % dari seluruh anak–anak yang berumur 10–14 tahun. Penelitian ini menggunakan paradigma kritikal sehingga peneliti dapat membenarkan keyakinan-keyakinan keliru dalam diri penderita dan masyarakat yang membuat penderita sulit untuk menerima dirinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian menggunakan autoetnografi dimana ide penelitian muncul dari pengalaman diri sendiri. Subjek yang digunakan sebanyak 2 orang yaitu peneliti sendiri dan 1 orang penderita skoliosis lainnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan diri dalam hidup kedua subjek sangat sulit dilakukan. Ini karena terjadi perubahan fokus permasalahan dari waktu ke waktu. Ada beberapa tahapan perkembangan yang sulit dilewati oleh peneliti maupun informan. Permasalahan-permasalahan yang mereka alami biasanya tidak dapat terselesaikan secara tuntas. Permasalahan tersebut biasanya berulang dan menjadi “lingkaran setan” bagi mereka. Maka “lingkaran setan” tersebut harus segera diputus agar tidak menghambat penerimaan diri. Terdapat pula 5 tahapan hidup yang penting terkait dengan penerimaan diri. Lingkungan sosial dan keadaan demografis penderita juga turut mempengaruhi penerimaan diri. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi penderita membuat mereka melakukan coping untuk meminimalisasi tekanan dan kecemasan akibat permasalahan yang ada.

Kata kunci : skoliosis, penerimaan diri, tahapan perkembangan