Mungkin sudah beberapa kali aku menuliskan hal ini, baik di blog, di bukuku “BERDAMAI DENGAN SKOLIOSIS” dan di diary2ku selama ini. Tapi aku tak pernah bosan untuk menceritakannya dan aku menuliskan ini untuk memperingati 9 tahun aku hidup bersamanya. Sudah cukup lama juga ternyata aku hidup bersamanya. Di bulan Desember ini, tepatnya akhir Desember (aku lupa tanggal berapa tepatnya) “dia” muncul dan menjalani kontrak seumur hidup denganku.
Aku masih sangat ingat, hari ini 9 tahun yang lalu, aku berada di ruang ICU. Berjuang menahan sakit yang teramat sangat. Aku baru saja melewati sebuah operasi yang sangat besar yang mempertaruhkan nyawaku satu2nya (karena aku gak punya cadangan nyawa seperti di game2).
Saat terbangun dari pengaruh bius totalku…
“Mana kakiku ya Allah, aku gak mau lumpuh”
“Ya Allah aku masih bisa merasakan sakit, berarti aku masih hidup”
“Ya Allah aku masih bisa merasakan kakiku, berarti aku gak lumpuh”
“Ya Allah aku masih bisa merasakan detak jantungku, berarti aku masih hidup”
“ya Allah aku masih bisa merasakan oksigen masuk dalam tenggorokanku, berarti aku gak gagal napas”
Aku sangat takut dengan resiko operasi yang aku jalani. Aku bisa saja meninggal di meja operasi, aku bisa saja gagal napas, dan aku pun juga bisa lumpuh. Tapi semua itu terlewati dan rasanya aku seperti terlahir kembali dengan nyawa baru.
Alhamdulillah sampai sekarang, aku masih bisa akur hidup 9 tahun bersamanya. Hampir tak ada keluhan berarti tentang “dia”. Dan aku memang orang yang tidak terlalu merasakan sakit yang aku rasakan. Akupun bingung kalo disuruh membedakan antara sakit karena pengaruh operasiku ini ato sakit karena ngilu kecapekan. Semua sakit daerah punggung dan pinggang yang aku alami aku anggap hanya karena kecapekan saja, tidak sekalipun menganggap ada sesuatu yang salah dengan “dia”. Itu mensugesti aku untuk tetap merasa “baik-baik saja”.
Bahkan kadang aku lupa kalo ada “dia” dalam hidupku. Aku lupa kalo aku adalah orang yang “special”. Aku beraktifitas layaknya manusia “normal” pada umumnya. Aku pun tidak terlalu mempublikasikan pada orang2 sekitarku bahwa aku hidup bersamanya. Bukan karena aku malu hidup bersamanya, tetapi semata-mata agar orang lain tidak memperlakukanku dengan “special”. Aku ingin mereka memperlakukanku biasa2 saja.
Aku pun bersyukur aku dan “dia” masih baik-baik saja setelah beberapa kali terjatuh dari motor. Meskipun aku sempat was-was terjadi apa2 dengannya. Aku senang “dia” bisa tangguh dan tidak terlalu menyusahkanku. Padahal aku selalu mengajaknya bekerja ekstra keras menopang tubuhku yang rapuh ini. Aku berjanji aku akan selalu menjagamu supaya kita dapat terus bersama, tidak hanya 9 tahun, tidak hanya 15 tahun, 20 tahun, tapi selamanya. Seumur hidupku, selama aku masih bisa merasakan rasa sakit, selama aku masih bisa merasakan oksigen masuk dalam tubuhku, selama aku masih bisa merasakan detak jantungku.









6 tanggapan kepada “Kenangan 9 tahun yang lalu… in memories with TITAN”
umarskywalker
Januari 23rd, 2010 pada 14:36
Helo,how are u..nice blogging,i’m from malaysian..bleh visit n linkkn blog gua ni http://ohmisteri.blogspot.com ,ok bye,,,
reyhan fathulloh
Februari 5th, 2010 pada 15:58
semangat yah miss… meskipun q blum baca buku tu tapi da satu hal kesan yang bisa q tangkap,, kamu kuat dan q kagum itu..
ichsan yunianto
Februari 15th, 2010 pada 14:26
Tak mudah membuat sesuatu seperti biasa yang kenyataanya tak biasa. Salut dech, tetap semangat yah…
semoga “dia” menjadikan anda sempurna di mata Alloh…:)
Kunjungan pertama…
salam kenal ya…
tia
Februari 20th, 2010 pada 18:27
Hi, aku udh lama beberapa kali baca posting kamu soal skoliosis (udh dr thn 20067 kl gak slh), soalnya aku skoliosis juga dan kalo googling skoliosis pasti postingan kamu ada di halaman 1, cuma baru komen skrg… anyway skoliosisku gak dioperasi, pdhl udh parah hehehe, gak ada biaya soalnya… skrg udh umur 35, berarti udh 21 tahun hidup bersama skoliosis. belum menikah, soalnya agak2 minder (meski lumayan bnyk yang mau melamar *geer :p*) Mau tahu gimana rasanya udh operasi skoliosis kyk km, apakah jadi lurus atau gimana? dan ada keluhan apa? thx alot…hopefully be contacting you in d future…
edo damaraji
Februari 21st, 2010 pada 20:12
Assalamu’alaikum wr wb
Istri saya menderita Skoliosis derajat 40
oleh dr Imam ( Orthopaedi Purwokerto) disuruhoperasi biaya 50 jt.. saya blm ada dana
saya ingin beli buku berdamai dgn skoliosis dan saya tinggal di purwokerto apakah bisa saya beli lgsg di teman yg Purwokerto..dimana alamtnya
trimakasih
Wasslamu’alaikum wr wb
Edo damaraji sayang istri
hanum01
Maret 2nd, 2010 pada 07:28
waalaikumsalam…
apa harus di operasi???
iya bisa langsung beli lewat temen di purwokerto. ntar aq kabari dia. tapi temenku yang dipurwokerto lagi sakit dan sepertinya mau dioperasi karena ada masalah dengan punggungnya sekarang. Sekarang ada di RS DKT Purwokerto. Tapi aku bisa hub keluarganya untuk mengirimkan. Alamatnya bisa email ke sehan_psyco@yahoo.com