mungkin banyak yang belom taw apa itu skoliosis…
di blog ini banyak banget kata2 skoliosis…skoliosis…sosis… heheheh…
bagi orang awam mungkin banyak yang ga taw atou pernah denger tapi lupa apa artinya… (ya ga…)
nahh…. karena banyaknya pertanyaan2 serupa dan aku malas menjelaskan berkali2 apa itu skoliosis, mengapa dan bagaimana ( 4 W + 1 H… what, when,where,who + how)
dibawah ini akan aku jelaskan secara tuntas semwa… tuntas…tas…tas…
aku rangkum dari berbagai sumber… dan kalo ada kesalahan, mohon dikoreksi yahhhh…
beberapa foto sebelum dan pasca operasi
(sebelum operasi, sudut 55 derajat pembengkokan kiri)
(sebelum dioperasi, sudut 84 dan 68, pembengkokan ke kanan)
1. Definisi Skoliosis
Skoliosis adalah suatu kelainan bentuk pada tulang belakang dimana terjadi pembengkokan tulang belakang ke arah samping kiri atau kanan. Kelainan skoliosis ini sepintas terlihat sangat sederhana. Namun apabila diamati lebih jauh sesungguhnya terjadi perubahan yang luarbiasa pada tulang belakang akibat perubahan bentuk tulang belakang secara tiga dimensi, yaitu perubahan sturktur penyokong tulang belakang seperti jaringan lunak sekitarnya[1] dan struktur lainnya (Rahayussalim, 2007). Skoliosis ini biasanya membentuk kurva “C” atau kurva “S”.
Sedangkan menurut Medicastore menyatakan bahwa skoliosis adalah kelengkungan tulang belakang yang abnormal ke arah samping, yang dapat terjadi pada segmen servikal[2], toraka[3] maupun lumbal[4] (Apotik Online dan Media Informasi, 2006).
Senada dengan sebelumnya, Rosmawati Mion menyatakan bahwa skolisis merupakan penyakit tulang belakang yang menjadi bengkok ke samping kiri atau kanan sehingga wujudnya merupakan bengkok benjolan yang dapat dilihat dengan jelas dari arah belakang. Penyakit ini juga sulit untuk dikenali kecuali setelah penderita meningkat menjadi dewasa (Mion, Rosmawati, 2007). Kemudian menurut dr Ketut Martiana menyebutkan dalam Jawa Pos Online adalah skoliosis merupakan kelainan fisik bawaan atau genetik yang banyak dialami wanita (Jawa pos Online, 2007).
2. Jenis Skoliosis dan Penyebab Penyakit
Pada artikel yang ditulis oleh Norlaila H. Jamaluddin (Jamaluddin, 2007), Dr Siow menyatakan bahwa skoliosis dibagi dalam dua jenis yaitu struktural dan bukan struktural.
Skoliosis bukan struktural disebabkan oleh :
Tabiat yang tidak baik seperti membawa tas yang berat pada sebelah bahu saja (menyebabkan sebelah bahu menjadi tinggi), postur badan yang tidak bagus (seperti selalu membongkok atau badan tidak seimbang).
Kaki tidak sama panjang.
Kesakitan, contohnya disebabkan masalah sakit yang dirasakan di belakang dan sisi luar paha, betis dan kaki akibat kemerosotan atau kerusakan cakera di antara tulang vertebra dan menekan saraf.
Skoliosis struktural disebabkan oleh pertumbuhan tulang belakang yang tidak normal. Ciri – ciri fisiknya adalah sebagai berikut :
· Bahu tidak sama tinggi.
· Garis pinggang tidak sama tinggi.
· Badan belakang menjadi bongkok sebelah.
· Payu dara besar sebelah.
· Sebelah pinggul lebih tinggi.
· Badan kiri dan kanan menjadi tidak simetri.
Penyebab seseorang dapat mengalami skoliosis tidak dapat diketahui secara pasti. Penyebab seseorang dapat mengalami skoliosis bermacam–macam. Ada yang disebabkan karena faktor genetik[5], neuromuskuler[6] dan ada pula yang idiopatik[7]( Apotik Online dan Media Informasi, 2006)
3. Gejala–gejala, efek penyakit dan jumlah penderita
Awalnya penderita mungkin tidak menyadari atau merasakan sakit pada tubuhnya karena memang skoliosis tidak selalu memberikan gejala–gejala yang mudah dikenali. Jika ada pun, gejala tersebut tidak terlalu dianggap serius karena kebanyakan mereka hanya merasakan pegal–pegal di daerah punggung dan pinggang mereka saja. Menurut Dr Siow dalam artikel yang ditulis oleh Norlaila H. Jamaluddin (Jamaluddin, 2007), skoliosis tidak menunjukkan gejala awal. Kesannya hanya dapat dilihat apabila tulang belakang mulai bengkok. Jika keadaan bertambah buruk, skoliosis menyebabkan tulang rusuk tertonjol keluar dan penderita mungkin mengalami masalah sakit belakang serta sukar bernafas. Dalam kebanyakan kondisi, skoliosis hanya diberi perhatian apabila penderita mulai menitik beratkan soal penampilan diri. Walaupun skoliosis tidak mendatangkan rasa sakit, rata-rata penderita merasa malu dan rendah diri.
Skoliosis pada masyarakat indonesia dapat dijumpai mulai dari derajat yang sangat ringan sampai pada derajat yang sangat berat.
Skoliosis derajat ringan misalnya pembengkokan yang sedikit[8]. Biasanya penderita tidak banyak mengeluhkan apa-apa. Bahkan kadangkala orang sekitarnya yg merasa terganggu dengan struktur bengkok tersebut misalnya orang tua penderita, pasangan[9] (Rahayusalim, 2007). Derajat pembengkokan biasanya diukur dengan cara Cobb dan disebut sudut Cobb. Dari besarnya sudut skoliosis dapat dibagi menjadi (Kawiyana dalam Soetjiningsih, 2004) :
- Skoliosis ringan : sudut Cobb kurang dari 20”
- Skoliosis sedang : sudut Cobb antara 21 – 40”
- Skoliosis berat : sudut Cobb lebih dari 41”
Pada skoliosis derajat berat (lebih dari 40 derajat), hanya dapat diluruskan melalui operasi. Bukan saja operasi skoliosis merupakan salah satu operasi besar, tetapi juga dengan cara yang berbeda-beda. Misalnya saja, di negara Ukraina, setelah operasi pasien harus berdiam di tempat tidur selama 6 bulan dengan dibalut gips. Penyembuhan paska operasi di Indonesia juga memakan waktu yang tidak sebentar. Di Jerman dengan metode baru yang dinamakan mobilisasi pasien seteleh opeasi memperlihatkan perbedaan teknik yang menyolok. 1 hari setelah operasi, pasien diharuskan bergerak dan berusaha berdiri dengan dibantu ahli-ahly gymnastik untuk skoliosis. Hari ke 2 pasien diharuskan berjalan dengan dibantu alat-alat gimnasik dan tim rehabilitasi.
Dalam operasi skoliosis, ada 2 metode:
metode 1: pembedahan yang lurus dari atas sampai bawah
metode 2: pembedahan miring, dari atas ke dada deapn (Thorax)
Metode mana yang akan digunakan adalah pertimbangan dokter ahli bedah dan spesialis skoliosis. Hasil pertimbangan akan dijelaskan pada pasien, dimana pasien diberi kesempatan untuk bertanya secara lebih detil. Material yang akan digunakan juga akan dijelaskan karena undang-undang kesehatan Jerman tidak membedakan pelayanan dalam operasi. Jadi, hanya material terbaik yang akan digunakan.
RISIKO OPERASI
- Operasi skoliosis adalah operasi besar dimana risiko tidak berhasil dan komplikasi bisa diperhitungkan antara 50% sampai 1%. Komplikasi operasi yang dapat timbul adalah kehilangan darah, paru-paru terluka, tulang-tulang iga patah, lever dan jantung terganggu, bahkan sampai terjadi kelumpuhan.
- Risiko-risiko ini harus sedapat mungkin diperkecil dengan alat-alat yang canggih dan pengetahuan struktur ilmiah dari tulang. Dibedakan dengan 10 tahun yang lalu, risiko operasi skoliosis di Jerman sekarang ini sangatlah minimal (di bawah 1%), dibandingkan dengan di negara-negara lainnya.
KAPAN HARUS DIOPERASI
- Operasi adalah salah satu tindakan penyembuhan tindakan terakhir yg diambil dokter , dimana pasien tidak bisa lagi disembuhkan melalui terapi dan gymnastik. Tindakan operasi adalah suatu tindakan yg boleh dikatakan tindakan darurat, tindakan ini juga adalah tindakan irreversible.(tidak dapat dikembalikan lagi).
- Operasi skoliosis masa sekarang dengan majunya teknologi dan ilmu pengetahuan boleh dikatakan mempunyai risiko minimal (tergantung di negara mana dan bagaimana tradisi kesehatan di negara itu). (Operasi di Jerman, 2008)
Kebanyakan mereka yang menghadapi penyakit ini hanya menyadari tentang masalah tersebut ketika usia remaja, apabila keluarga atau rekan menyadari perubahan dalam tubuh mereka. Lain lagi dengan yang dikatakan oleh dr Ketut Martiana (Jawa Pos Online, 2007) yaitu biasanya skoliosis baru diketahui ketika anak sudah sekolah atau masuk play group. Kelainan skoliosis itu kerap luput dari pandangan orang tua.
Walaupun skoliosis tidak mendatangkan rasa sakit, penderita perlu dirawat seawal mungkin. Tanpa perawatan, tulang belakang menjadi semakin bengkok dan menimbulkan berbagai komplikasi seperti (Jamaluddin, 2007):
1. Kerusakan paru-paru dan jantung. Ini boleh berlaku jika tulang belakang membengkok melebihi 70 derajat. Tulang rusuk akan menekan paru-paru dan jantung, menyebabkan penderita sukar bernafas dan cepat capai.
Justru, jantung juga akan mengalami kesukaran memompa darah. Dalam keadaan ini, penderita lebih mudah mengalami penyakit paru-paru dan pneumonia.
2. Sakit tulang belakang. Semua penderita, baik dewasa atau kanak-kanak, berisiko tinggi mengalami masalah sakit tulang belakang kronik. Jika tidak dirawat, penderita mungkin akan menghidap masalah sakit sendi. Tulang belakang juga mengalami lebih banyak masalah apabila penderita berumur 50 atau 60 tahun.
3. Masalah image. Biasanya penderita merasa rendah diri, malu dan kurang yakin untuk berhadapan dengan orang lain kerana badan mereka tidak seimbang, tinggi atau berat sebelah.
4. Kemurungan. Ini adalah masalah psikologi yang paling dikhawatirkan pakar pengobatan. penderita akan lebih mudah mengalami kemurungan dan rasa sedih yang amat sangat.
Penyakit skoliosis ini lebih banyak menyerang remaja perempuan. Situs Medicastore menyebutkan bahwa penyakit ini lebih banyak dialami oleh remaja perempuan daripada laki–laki dengan prosentase sekitar 40–60 % (Apotik Online dan Media Informasi, 2006). Senada dengan hal tersebut, Kawiyana (dalam Soetjiningsih, 2004) mengatakan bahwa penyakit ini banyak diketemukan dalam usia remaja dan kebanyakan pada wanita. Biasanya penyakit ini dirasakan pada umur sekitar 10 tahun sampai umur pertumbuhan tulang berhenti.
Faktor yang dapat menyebabkan masalah skoliosis bertambah buruk ialah (Jamaluddin, 2007):
· Proses pertumbuhan. Dengan bertumbuh dan berkembangnya tubuh penderita maka derajat kelengkungannya juga ikut berkembang dan menjadi semakin besar
· Jenis Kelamin. Masalah skoliosis biasanya lebih buruk di kalangan remaja perempuan dibanding lelaki.
· Umur. Lebih awal seseorang penderita mengalami skoliosis, kemungkinan untuk penyakit tersebut menjadi buruk akan lebih besar. Walaupun secara umumnya ini lebih banyak berlaku pada remaja, anak-anak juga dapat mengalami masalah ini pada umur empat hingga delapan tahun.
· Lokasi. Lengkungan pada bagian tengah atau bawah tulang belakang biasanya jarang bertambah buruk. Masalah skoliosis hanya bertambah buruk jika ini berlaku pada bagian atas tulang belakang, menyebabkan badan belakang penderita menonjol keluar dan kelihatan bongkok.
· Masalah tulang belakang ketika dilahirkan. Skoliosis pada anak-anak yang dilahirkan dengan penyakit ini[10] , berisiko tinggi menjadi buruk dengan cepat. Oleh karena skoliosis tidak menyebabkan kesakitan, masalah ini jarang diberi perhatian dan rawatan hingga postur badan berubah
sesudah operasi dijerman
(sesudah operasi dijerman)
sebelum operasi
sesudah operasi








32 tanggapan kepada “apa sih skoliosis itu…???”
Andri
Oktober 7th, 2008 pada 07:50
wah masalah ginian malah bingung jadinya.. yang jelas ngerti lah intinnya pembelokan tulang belakang.. hehehehe..
lam kenal ya.. ^^
arin
Oktober 8th, 2008 pada 13:11
apa kabar,skolio..
hehehehehhe
eh uda coba pose yoga HALASANA blum????
dr info yg aku baca (n trainee ku juga nganjurin) pose ini bagus buat ngelurusin tlg punggung..
tp mayan sakit bu….
si Ann Baros (kalo ga salah, hehehehh) seorang trainee yoga yg skolio drajat 40 akhirnya sembuh stelah dy ngelakuin halasana tiap hari @30 minit..
aku cuma tahan 15 menit.itu ditambah kaki kesemutan (tulangku miring ke kanan)
gmn dg kamu??????
hanum say : eehhhmmm pengen coba c… aq dah pernah liat tu foto posena di internet
tapi aq khan dah ada pen di punggung… takutna pas nyoba lang kretek…kriyeeekkkk… takkkk… patah de pennya hihihihihhi
bisa ga ya??????
seremmm euyyy
maya narzalina
Oktober 8th, 2008 pada 19:01
hai Hanum…
salam kenal ya…
aku juga Scolioers..hehhehe…
aku pengen sharing aja..pertama kali aku tahu kalo aku scolio waktu SMP kelas 3..
sempet di-rontgen dan derajatnya kalo gak salah sekitar 45 derajat..
kata dokternya, idiophatic, atau dengan kata lain penyebabnya tidak diketahui.
dokter nyaranin untuk langsung operasi aja, tapi karena waktu itu aku mo ujian akhir dan mau masuk SMA, jadi gak bisa operasi..yaaa, terhambat oleh dana juga siih.. hehe..
waktu itu mungkin mikirnya, scolio itu gak urgent2 amat, gak kritis lah istilahnya..makanya gak langsung cepet2 diperbaiki..padahal aku sih semangat2&berani2 aja u/ dioperasi..
sekarang aku dah kuliah tingkat akhir..dan aku gak tau apa scolio-ku itu tambah derajat apa enggak..(progresif)..tapi, kayaknya sih nambah…tapi gak tau juga apa derajat kemiringannya sekarang dah berhenti nambah apa enggak…secara, gak pernah dipantau lagi sih..boro2 di-rontgen..
kalo sekarang sih, ya..gitu deh..gak boleh kecapean sebenernya..kalo gak tulang belakang bakalan sakit&jadi susah tidur..
kelamaan berdiri&jalan juga bikin pinggang cepet sakit..
dan itu lho…susah pake baju..kayaknya jadi gak ada yang bener, makin bingung lagi u/ nutupin postur badan yang aneh ini..T-T
aku dah banyak baca ttg scolio ini..
tapi mau gimana lagi..
satu2nya jalan..ya mesti kerja keras nanti setelah lulus kuliah biar bisa operasi..
tapi, btw…luka bekas operasi itu gimana ya…pasti panjang banget, sepanjang tulang belakang..bisa ilang gak ya??? nanti gak bisa pake baju backless..hehehe..
halah…yg penting body-nya bagus lagi lah…
hanum say : waduuhhhh berarti sampe sekarang blom dioperasi ato ga ada pencegahan sama sekali duonnkkk???
hmmmm sayang banget lohh ntar keburu telat
luka bekas operasi ya pasti puuuanjanngggg banget sepanjang pennya itu lah/ tulang belakangnya itu. tapi kalo yg jaman sekarang kayakna cm 20-30 cm ajah ko kalo aq 40 cm heheheh
ga usah mikirin bisa pake baju backless segala… ga penting juga lah… lagian aq ga bakalan maw pake baju begituan di depan umum heheheh meskipun ga ada bekas operasi
aq kirim email km km yaggghhh
ok d…sekarang ini sampai sini dulu ya..
seneng ternyata banyak yang senasib&concern sama Scolio ini…
^^
enris
Mei 3rd, 2010 pada 13:34
wah sayang banget .. udah kuliah ya ? pasti operasi itu penanganannya . kalo masih umur2 16 kaya aku , masih bisa pake alat .
kalo aku waktu kenarin d rontgen 41 derajat katanya , aku pake alat namanya M S O (Munster Scoliosis Orthesis) . lumayan lama sih pakenya , tapi masih mendingan daripada operasi , karena selain biayanya mahal juga resikonya lumayan nyeremin .
fikry
Maret 14th, 2011 pada 22:34
emg parah nya smpe brp drajat ?
day...
Oktober 16th, 2008 pada 10:38
skoliosis itu temennya osteoporosis ya? kalau nggak salah sih lupa..
Ewi
Maret 7th, 2009 pada 16:50
Assalamu’alaikum
Hai Hanum..
Lam knal q ewi. Seorang gadis yang telah genap 6th mengidap skoliosis. Dari semua rontgent n terapi yg q lakuin hngga ckarang g da stu pn yg membuahkan hasil. Malahan q merasa law tingkat kemiringan tulang belakang q makin bertambah. Ewi g pernah putus asa apalagi menyerah hanya saja ewi sekarang agak g peduli ma penyakit ini. Kapan2 kita ngobrol y..
hanum say : ok ewi… ditunggu obrolannya yahhh…
thomas
Maret 20th, 2009 pada 21:07
hai.hanun
saya kekaseh ewi,aku mau tanya pd anda,knp dia dingin banget bila aku mengajak kencan,dia lebih utamakan menyendiri,padahal dia tahu aku menerima apa ada,aku sangat menyayangi dia,aku mau knp bgt,apa sarannya.tks
Ani
Juli 26th, 2009 pada 06:02
Assalamu’alaikum.Halo,aq Ani.Senang bisa sharing.Aq jg kena skoliosis.Pertama tau umur 12.Skrg q umur 22. Hasil rontgent waktu kecil, 20¤ yg bwh,50¤ yg atas.Skrg g tw brp.Msh thp persiapan ikt terapi lg.Waktu kecil skoliosis jd cerita sedih yg g kuat bwt d ceritain. Tp skrg, skoliosis sdh jd bagian hidup,yg akan trus q perjuangkn biar bs sembuh. Aku yakin suatu saat Allah akan membukakan jalan kebaikan bwt qt skoliosers.AMIN.
hanum01
Juli 26th, 2009 pada 10:07
yup… qt harus tetep semangat yahhh….. oh ya aq maw launching buku kumpulan 10 kisah2 inspiratif skolioser di seluruh Indonesia loh…. Di launching di atrium mall city of tomorrow sby jalan ahmad yani jam 10.30- selesai.
kalo maw pesan nanti bisa hub aq di email sehan_psyco@yahoo.com
Pesan sebelum tgl 2 Agustus akan dapat diskon khusus hehhehe
farud tarwih
November 21st, 2009 pada 15:53
hai Hanuuum.., met kenanalan ya? aku senang bgt yg namanya baca tentang permasalahan yg dihadapi dlm hidup ini, apalagi yg dibahas ma Hanum neh, ttg scolio, yup,, hr ne tgl 21 bln 11, aku menerima hasil rontgen,mmm aku kaget bgt, kalo dr hasilnya bahwa penyakit scolio yg aku alami ini dah menyentuh jaqntung aku euy,, pantasan aku bilang kalau aku sering merasa detak jantungku agak cepat n aku sering nglamin cepat capek kalo beraktifitas, huh.., aku seeddih ngt num.., tapi siaapa lagi yg bisa nenangin diri sendiri kalo gak diri kita dulu kan? mw gimana lagi, yg aku lakukan skrg adalah berusaha agar tidak terlalu kepikiran n selalu berdo’a aja smoga umur panjang amiiin. lam kenal n bye..,
anggi
Desember 3rd, 2009 pada 15:19
slamat sore,,
qu penderita skoliosis,qu pernh priksa k dokter bdah tulang,ktnya qu bru bda bbrapa drajat.qu mngetahui stlah tulang belikat qu tlihat bbeda,dn kaki tumit ku yg kiri ska trasa sakit,kdng tulang punggung qu ya kanan ska trasa akit jg.qu d haruskn ronzen tp qu takut.yg qu tanyakan apa sangat bbahaya???
hanum01
Desember 13th, 2009 pada 17:44
sore juga anggi. Kenapa harus takut…???? berbahaya kalo gak ada penanganan yang baik. Share yuk di fb q. Add fb q yahhhh
helman
Desember 16th, 2009 pada 05:27
makasih ya dok, dah terbantu nih tugas saya….walau saya seoarang fisioterapi
hanum01
Desember 28th, 2009 pada 21:39
waduhhhh saia bukan dokter, saia cuma penderita skoliosis ajah kok hehehhe
Sasa
Januari 9th, 2010 pada 10:59
thanx y infox…..
q jd tw pnyakit ap yg ada sm aq ini…
tp q jg jd + takut nie….??!!
q jg d suruh oprasi ma dokter,tp q g mw.cz resiko2x bwt ngeri..
hanum01
Januari 9th, 2010 pada 12:30
lebih baik dipikir baik2 dl memang kalo maw operasi. Krena ini memang bukan sesuatu hal yang kecil. baca2 dl ajah pengalaman2 temen2 laennya baik yang sudah operasi ataupun yang belum operasi. Bisa baca di bukuku juga BERDAMAI DENGAN SKOLIOSIS ( sekalian promosi nie hehehehhe, belum di jual di toko buku soalnya. belinya langsung pesen di aq) herhehheeh
Rizk EUN
Februari 1st, 2010 pada 14:33
hy hanum. .
slam knal
q jga sma pX’ skoliosis. .
rsanya g’ enk bngt. .
pa pnykit in bsa d smbhin 100% ??
Rizk EUN
Februari 1st, 2010 pada 14:29
kdana ngrsa ptus asa wkyu yau kna’ penykit in. .
hanum01
Juli 19th, 2010 pada 16:37
jangan putus asa… rizk… tetap semangat yahh. tuhan pasti memberikan sesuatu yg lebih untuk kita dibalik skoliosis ini
yulia
Juli 11th, 2010 pada 05:06
Num…Numpang ngopy isi blogmu yg tentang skoliosis ya….
zahra
Juli 19th, 2010 pada 11:15
hi.. calon suami ku penderita skoliosis. dalam waktu dekat, dia akan operasi dan menurut dokter harus bed rest dalam dua tahum. padahal kami jarak jauh.. aku sedang bingung harus bagaimana membuat dia tetap bersemangat dan tidak menyuruhku pergi karena sakitnya itu karena sekarang di mulai menutup diri dari aku. ada yang bisa membantu??
hanum01
Juli 19th, 2010 pada 16:35
beri dia kasih sayang dan perhatian yang tulus. karena ketakutan sebenarnya adalah kehilangan org yang dia cintai. dia takut org yang dia sayangi tidak bisa menerima dia apa adanya.
irma
Agustus 13th, 2010 pada 14:20
saya jg mengalami penyakit itu..
sangat tidak enak!!!
tulang punggung b’rasa saQt bgt, pgel2 gthu!!!
apalagi saat menyerang kaki, ga tahan saQt-a!!
sarah
November 6th, 2010 pada 13:37
assalamualaikum ^^
aku sarah..aku juga ngerasain bgt gejala-gejala semuanya,,
pertama mama ngeliat aku bungkuknya itu aneh,,ga kaya semestinya..
pas aku rontgent aku bengkoknya 12 tp itu waktu aku kls 6sd,sekarang aku kls 3sma..
aku serinng bgt ngerasa sakit kalo kelamaan berdiri terkadang lg rebahan juga sakit punggungnya,,bahkan lagi sujud juga sakit..
skrg aku gatau bengkoknya udah segimana soalnya ortu aaku gasuka kalo aku harus rontgent ke dokter..
Yessi
November 21st, 2010 pada 12:04
aku yessi di medan,umur ku 16tahun,aku juga penderita skoliosis,pas di ronsen ternyata aku sudah 47derajat miring ke kanan,bulan dua belas habis ujian semester aku di oprasi,doain lancar yaaaa kak hanum
senang berbagi cerita
Dhyla
Januari 18th, 2011 pada 22:21
assalamualaikum..
nama saya dhyla..saya juga penderita scoliosis kira2 udah 3thn..saya rutin setiap 6 bln sekali kontrol..awalnya derajat saya 30 kemudian 23 terus 25 tapi sekarang jadi 45,dokter saya menyarankan untuk melihat perkembangan 6bln lagi..jika tidak berubah akan di lakukan operasi..tapi saya masih merasa belum siap.. sebenernya apa saja resiko2 apabila kita di operasi ya??
salam kenal semuanya..
Kasyifaur.Rokhmah
Maret 12th, 2011 pada 19:53
assalamulaikum Wr.Wb
saya kasyifaur,rokhmah dari probolinggo.
dokter kan menyuruh saya operasi pada bulan juni.insya allah saya sudah siap.kira – kira berapa biaya yang di perlukan,,supaya saya bisa menyiapkan.
trima kasih
fikry
Maret 14th, 2011 pada 22:30
klo misal nya tulang belakang nya menonjol dua dua nya gimana ?
wahyu
Maret 15th, 2011 pada 14:19
Hallo , salam kenal y ^^
apalagi dulu sering dipake main badminton
cm pengen sharing . singkatny gw jg penderita skeliosis sudut sktr 54 derajat , sbnrny ud lama sejak SMP kls 3 n sampe sekarang ga diketahui penyebabnya , alhamdulillah sekarang ud operasi n uda istirahat total 7 bulan … hehe , agak susah sembuh jg sih masalahnya operasinya uda umur 27 tahun so tulangnya udah agak2 tua
Mungkin bagi temen2 yng uda ngerasain keganjilan pada tulang belakangnya sesegera mungkin periksa jangan sampe terlambat
Bagi para skelio , just do the best because that is not the end of the world .. heheh ..
salam ..
raka
September 1st, 2011 pada 21:21
bisa dsmbuhn dngn terapi ga ya?
hanum01
September 19th, 2011 pada 10:09
tergantung dengan derajat kelengkungannya dan jenis terapi yg dipakai
1 Trackbacks / Pingbacks
Skoliosis and All About This « .:. Menoreh Tinta Emas Kehidupan .:. Juli 11th, 2010 pada 05:34
[...] tiga dimensi, yaitu perubahan sturktur penyokong tulang belakang seperti jaringan lunak sekitarnya[1] dan struktur lainnya (Rahayussalim, 2007). Skoliosis ini biasanya membentuk kurva “C” atau [...]